Pelindo Group Datangkan 20 Alat Bongkar Muat
SURABAYA: ( KABARAKTUALITA.COM ) – Guna memperkuat keandalan infrastruktur dan memperlancar arus logistik nasional, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group merampungkan pendatangan 20 unit alat bongkar muat modern hingga Juli 2026. Peralatan canggih tersebut dialokasikan untuk dua pelabuhan utama Indonesia, yakni Tanjung Perak (Surabaya) dan Belawan (Medan).
Secara rinci, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima 4 unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Sementara itu, PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan mendapatkan tambahan 2 unit QCC dan 4 unit RTG. Tak berhenti di situ, Pelindo Group juga merencanakan kedatangan bertahap hingga total 39 unit alat baru untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional.
Proses pengangkutan dan penyandaran kapal pemuat alat berat ini berjalan lancar berkat pengawalan ketat dari PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine).
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik pelindo Marine, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa seluruh proses penundaan (towage) dan penyandaran kapal pengangkut QCC serta RTG dilakukan sesuai standar keselamatan operasional yang tinggi.
“Keberhasilan penyandaran QCC di Belaian dan Surabaya didukung oleh kesiapan armada dan kompetensi personel. Di Belawan, kami menerjunkan Kapal Tunda KT. Hang Tuah II dan KT. Hang Tuah III berkekuatan 2.000 HP. Sedangkan di Tanjung Perak, proses dipimpin oleh KT. Jayanegara 305 berkekuatan 3.000 HP,” kata Elvin, Rabu, 29 Juli 2026.
Upaya tersebut disambut positif oleh para pengelola terminal. Direktur Operasi dan Teknik PT PMT Belawan, Wahyudi, optimistis peralatan baru ini mampu mengantisipasi lonjakan volume peti kemas di wilayah Sumatra.
“Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami dapat meningkatkan produktivitas terminal serta mempercepat pelayanan kapal dan kargo,” ungkap Wahyudi.
Hal senada disampaikan Direktur Teknik PT TPS Surabaya, Topo Sapto Nugroho. Selain mendatangkan unit baru, pihaknya juga melakukan efisiensi aset melalui relokasi dua unit QCC dari TPS ke Terminal Petikemas Berlian.
Menurutnya, pembaruan dan optimalisasi ini penting untuk memperkuat kesiapan pelabuhan menghadapi pertumbuhan arus barang.
Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha pelayaran. Ketua Umum DPP Indonesia National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menekankan pentingnya modernisasi fasilitas secara berkelanjutan.
“Dukungan infrastruktur, peralatan, dan sistem operasi pelabuhan harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal,” ujar Carmelita.
Sinergi antara Pelindo Marine dan para operator terminal di Tanjung Perak maupun Belawan diharapkan tidak hanya mempercepat waktu bongkar muat, tetapi juga menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat internasional. (dji)




