Ekbis

Perkuat Sinergi Logistik, TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — Memperingati Bulan Pelanggan yang jatuh setiap bulan September, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar kegiatan Sosialisasi Bisnis Operasional bagi para anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur pada Kamis lalu, 9 September 2026.

Acara yang berlangsung di Ruang Toba TPS ini dihadiri oleh 85 anggota GINSI Jawa Timur.

Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat komunikasi serta berbagi informasi antara pengelola terminal dengan para pengguna jasa.

Sebagai bentuk nyata terhadap layanan kepelabuhanan, TPS juga menggandeng instansi terkait dengan menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Jawa Timur.

Integrasi ketiga lembaga ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus barang impor di pelabuhan.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai alur proses bisnis operasional impor di TPS.

Pemaparan mencakup persiapan pembongkaran petikemas, proses discharge dan delivery, mekanisme pengajuan layanan berbasis platform digital, hingga prosedur pemeriksaan otoritas.

Materi teknis yang disampaikan meliputi penjelasan alur layanan behandle fisik, joint inspection, pemeriksaan X-Ray, serta ragam layanan karantina seperti Direct Behandle Karantina, Yard Behandle Karantina, fumigasi, hingga pemeriksaan khusus kulit mentah garaman.

Pemahaman komprehensif atas keterkaitan proses antara TPS, Bea Cukai, dan Karantina diharapkan dapat membantu importir merencanakan kegiatan operasional secara lebih efektif, meningkatkan kepatuhan regulasi, serta mempercepat proses pengeluaran barang dari pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, mengungkapkan, sosialisasi ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan mempererat hubungan dengan pelanggan.

“Bulan Pelanggan menjadi momentum bagi TPS untuk lebih dekat dengan pengguna jasa sekaligus membangun kesamaan pemahaman terkait proses bisnis operasional di terminal. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menghadirkan informasi yang utuh mengenai layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai, dan Karantina,” kata Erika dalam keterangan resminya, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, kolaborasi antarinstansi sangat krusial dalam menciptakan layanan logistik yang efisien, transparan, dan memberikan kepastian bagi para importir.

“Kehadiran Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Jawa Timur menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas. Kami berharap forum ini memperkuat koordinasi dengan importir serta mendukung kelancaran arus barang dan rantai pasok nasional,” ungkap Erika.

Sebagai terminal petikemas yang melayani perdagangan internasional maupun domestik, TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan prima yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Langkah edukasi berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem logistik nasional yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi,” pungkas Erika. (dji)

Related Articles

Back to top button