Umum

RSUD Dr. Soetomo dan RSIA Putri Sabet Peringkat Pertama Seva Paramahita Award 2026 

 

SURABAYA : (KABARAKTUALITA.COM) —  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menganugerahkan penghargaan Seva Paramahita Award 2026 kepada RSUD Dr. Soetomo dan RSIA Putri Surabaya atas komitmennya menjaga kualitas pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kedua fasilitas kesehatan (faskes) tersebut berhasil meraih peringkat pertama, masing-masing untuk kategori Rumah Sakit Tipe A dan Rumah Sakit Khusus.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, mengungkapkan,  penilaian faskes tersebut bertujuan mendorong peningkatan mutu layanan, baik di tingkat dasar maupun rujukan.

Menurutnya, evaluasi tersebut menilai keterbukaan faskes terhadap perbaikan serta keaktifan kolaborasi dalam mengatasi kendala pelayanan di lapangan.

“Ukuran keberhasilan bukan sekadar pencapaian target dan indikator, melainkan kepastian bahwa peserta JKN menerima pelayanan yang bermutu, aman, dan mudah,” kata  Aras dalam keterangan resminya, Rabu, 16 September 2026.

Menanggapi capaian ini, Wakil Direktur perencanaan Umum dan Keuangan RSUD Dr. Soetomo, Primada Kusumaninggar, menambahakan, penghargaan ini merupakan pencapaian konsisten tempatnya bekerja.

Primada menjelaskan, RSUD Dr. Soetomo tercatat telah tiga kali meraih penghargaan serupa, termasuk di tingkat nasional pada 2025 dan 2026, berkat prinsip pelayanan setara tanpa membedakan status kepesertaan pasien.

Sementara itu, RSIA Putri Surabaya yang meraih juara pertama tingkat nasional kategori RS Khusus menjadikan apresiasi ini sebagai pendorong peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Wakil Direktur RSIA Putri Surabaya, Deffy Lettyzia Riawan, mengatakan, pihaknya berencana memperluas jangkauan medis dengan menambah layanan spesialis THT, gigi, jiwa, dan jantung.

Ia juga menambahkan, guna meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurai antrean, RSIA Putri Surabaya juga terus mengoptimalkan sistem antrean daring terintegrasi melalui aplikasi Mobile JKN.

“Upaya  ini memungkinkan pasien datang sesuai estimasi waktu pelayanan sehingga penumpukan di area rumah sakit dan fasilitas pengambilan obat dapat ditekan,” pungkas Deffy. (dji)

Related Articles

Back to top button