BEI dan Kementerian UMKM Dorong 153 Usaha Menengah Go Public Lewat Program RISE TO IPO 2026
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar rangkaian program RISE TO IPO 2026 untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat daya saing sektor usaha menengah nasional.
Program tersebut sukses menjangkau 153 perusahaan dari berbagai sektor di Indonesia.
Mengusung tema “Empowering Medium Enterprises to IPO”, RISE TO IPO 2026 hadir untuk mengikis persepsi bahwa pasar modal hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar.
Rangkaian kegiatan berupa seminar dan coaching clinic ini telah berlangsung di tiga kota utama, yakni Surabaya (18 Juni), Makassar (16 Juli), dan Bandung (31 Agustus).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengungkapkan, proses menuju penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) seharusnya dimulai sejak tahap awal pengembangan bisnis, bukan ketika perusahaan sudah sepenuhnya mapan.
“Kami ingin hadir sejak tahap awal untuk membantu perusahaan memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan, mulai dari penguatan tata kelola, pembenahan struktur organisasi dan keuangan, hingga penyusunan peta jalan (roadmap) menuju perusahaan terbuka,” kata Saidu dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.
Lewat program ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai regulasi pasar modal, strategi penawaran saham, serta ekspektasi investor.
Usai mengikuti seminar, peserta berkesempatan mengikuti intensive coaching clinic dan memperoleh pendampingan eksklusif dari lembaga profesi penunjang pasar modal.
Perusahaan yang dinilai memiliki tingkat kesiapan memadai akan diarahkan untuk masuk ke dalam program IDX Incubator 2027 yang dijadwalkan dibuka awal tahun depan.
“Fasilitas pendampingan intensif berkonsep probono (bebas biaya) ini ditujukan bagi bisnis berskala menengah yang berencana melakukan IPO dalam kurun tiga tahun ke depan,” ujar Saidu.
Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menambahkan, bahwa melantai di bursa merupakan bentuk transformasi bisnis jangka panjang, bukan sekadar aksi korporasi instan untuk menghimpun dana.
“IPO adalah proses transformasi menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan. Melalui RISE TO IPO dan IDX Incubator, kami membantu perusahaan mempersiapkan fondasi tersebut secara bertahap dan terstruktur,” ungkap Listyorini.
Dengan sinergi antara BEI dan Kementerian UMKM, program ini diharapkan dapat menjadi katalis lahirnya perusahaan menengah nasional yang berdaya saing tinggi, transparan, serta siap memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.
“Pelaku usaha yang ingin mempelajari persyaratan go public lebih lanjut dapat mengakses platform resmi Go Public BEI,” pungkas Listyorini. (dji)




