Gelar Deklarasi Pemilu Damai,Ketua Bawaslu Kota Surabaya : Tekan tiga Isu krusial agar peserta Pemilu berjalan kondusif
SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Meskipun Pemilihan Umum ( Pemilu ) masih digelar di Februari 2024.Namun,persiapan untuk pesta demokrasi jauh hari ingin menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya yakni menggelar Deklarasi Pemilu Damai yang dilaksanakan di depan Halaman Balai Kota Surabaya ,pada Kamis ( 23/11/2023 ).
Pada acara Deklarasi Pemilu Damai tersebut, turut dihadiri Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkompinda ), serta sejumlah Anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kota Surabaya.
BACA JUGA : Gelar Dialog Kebangsaan,Forum Gus Millinial Sepakat Pilih Paslon Ganjar- Mahfud
Seperti yang disampaikan Ketua Bawaslu Kota Surabaya Muhammad Agil Akbar,bahwa, acara Deklarasi Pemilu Damai yang digelar Bawaslu Kota Surabaya juga diikuti sekitar 150 orang,dengan rincian 93 Anggota Panwas dengan 3 anggota Panwascam disetiap Kecamatan, dan 1 orang Panwas di setiap masing – masing Kelurahan.
Dijelaskan Agil, sapaan akrab Muhammad Agil Akbar,bahwa ada tiga isu krusial yang ditekankan terhadap peserta Pemilu agar berjalan kondusif pada Pesta Demokrasi yang digelar setiap lima tahunan sekali.
“ Tiga isu krusial yaitu pertama, cegah heat peach, netralitas ASN, dan ketiga adalah cegah praktik politisasi Sara dan Indentitas, ini yang kita tekankan,” kata Agil ditemui awak media usai acara Deklarasi Pemilu Damai di Balaikota Surabaya, Kamis (23/11/2023).
Ditegaskan Agil,Deklarasi Pemilu Damai tersebut yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan tidak ada perbedaan terhadap Undang-Undang No.7.
Ironisnya, masih kata Agil,selama dalam menjelang atau saat masa Kampanye masih ada perdebatan soal Perda misal soal Alat Peraga Kampanye (APK).
“ Tapi kita fokus pada pemilunya, jadi kalau urusan pemilu ya pelanggarannya soal pemilu bukan soal Perdanya kira-kira seperti itu,” tandasnya.
Terlebih kata Agil, tiga isu krusial yang Bawaslu tekankan jika ada yang melanggar maka ada beberapa ketentuan yang akan dikenakan pertama, pelanggaran administrasi atau pelanggaran pidana.
BACA JUGA : Luncurkan Ponsel Lipat, OPPO Find N3 Series Sasar Pebisnis,Kaum Millinial,dan Gen Z
Lalu kemudian,terang Agil, jika yang melanggar adalah penyelenggara pemilu, tegas Agil, tentu hanya pelanggaran kode etik.
Nah jika pelanggaran yang dilakukan ASN, TNI-Polri, maka Bawaslu akan merekomendasi ke pelanggaran hukum lainnya.
Soal pelanggaran kampanye maupun pemilu di media sosial (Medsos), Ketua Bawaslu Kota Surabaya Agil mengatakan, Bawaslu telah membuat Pokja khusus di dunia Maya dengan melibatkan Disinfokom Kota Surabaya, Badan Intelejen, partai politiik buat Pokja khusus untuk menangani isu hoax, heat peach, yang ada di sosial media. Kita juga libatkan teman-teman dari Polrestabes Surabaya, karena yang bisa men take down atau menghapus postingan adalah dari pihak kepolisian,” tegas Agil.
Ditempat yang sama, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, bahwa pelaksanaan pemilu di Kota Surabaya insyallah berjalan aman, tenang, dan baik.
Soal kampanye dan pemilu damai, tegas Eri Cahyadi, Forkompinda Kota Surabaya terus menerus turun ke lapangan tidak pernah letih menjaga kondisi Surabaya agar tetap tenang dan kondusif.
“ Ada Kepolisian, Dandim, dan saya sendiri turun langsung ke lapangan, dan Alhamdulillah sampai detik ini kondisi Surabaya aman terkendali berkat gotong royong kita semua menjaga kota yang kita cintai ini,” pungkas Eri Cahyadi. (*/dji ).




