Pendidikan

Kisah Haru Duo Siswa SD Mudipat Surabaya Taklukkan Lapangan Pickleball Jawa Timur

 

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Deru napas terengah dan tetesan keringat di Lapangan CSPRO Mojosari menjadi saksi bisu perjuangan dua talenta muda asal Surabaya.

Fadzriel Fayyadh Raditya (6H) dan Andra Prasetyo (6B), siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), baru saja mengukir tinta emas dalam debut perdana mereka di luar kota pada ajang Kejuaraan Pickleball CSPRO Jawa Timur 2025.

Turun di kategori Double Mens U-14, pasangan ini berhasil membawa pulang gelar Juara 2 setelah melewati drama pertandingan yang menguras emosi sepanjang 25-28 Desember 2025.

Perjalanan menuju podium tidaklah mulus. Sebagai tim yang baru pertama kali menjajal atmosfer kompetisi di luar kandang, langkah awal Fadzriel dan Andra sempat dibayangi rasa gugup.

Ustadzah Arry Wijayanti, Penanggung Jawab Pickleball Mudipat, menceritakan bagaimana anak didiknya harus bergelut dengan kondisi psikologis di menit-menit awal.

“Anak-anak sempat mengalami ‘demam lapangan’. Mereka harus beradaptasi cepat dengan lingkungan baru saat melawan tim dari Jombang,” kenang Arry kepada media, Minggu, 28 Desember 2025.

Namun, mental juara berbicara. Perlahan tapi pasti, duo Mudipat ini berhasil menguasai keadaan hingga menyabet predikat Juara Grup B setelah mengantongi dua kemenangan beruntun atas tim Jombang dan tuan rumah CSPRO Mojosari.

Puncaknya terjadi di babak final yang mempertemukan mereka dengan sesama klub asal Surabaya, Fullions. Pertandingan berlangsung sengit, saling kejar poin terjadi hingga detik terakhir.

Skor berakhir tipis 15-14. Meski harus puas di posisi kedua, daya juang Fadzriel dan Andra patut diacungi jempol.
Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Sapto Gunawan.

Pelatih senior IPF Surabaya ini mencatat bahwa meski performa anak asuhnya sudah cukup baik, masih ada ruang untuk evaluasi teknis, terutama pada aspek servis dan blocking.

“Mental mereka sudah mulai terbiasa dengan tekanan pertandingan. Namun, untuk mencapai level yang lebih tinggi, porsi latihan harus ditambah untuk mempertajam akurasi permainan,” ungkap Sapto.

Senada dengan pelatih, Ustadzah Arry berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi ekstrakurikuler Pickleball Mudipat.

“Ini adalah prestasi luar biasa untuk kejuaraan luar kota pertama kami. Ke depan, kami akan menambah jadwal latihan agar siap mencetak lebih banyak atlet berprestasi,” tambahnya penuh optimisme.

Di balik medali dan piagam yang berkilau, terselip sebuah cerita jenaka sekaligus menyentuh dari Andra Prasetyo. Saat ditanya mengenai hadiah yang diterimanya berupa medali, e-sertifikat, topi, hingga sepatu merk ternama, Andra memberikan jawaban yang mengundang senyum.

“Alhamdulillah kami juara dua. Nanti sepatunya mau saya kasihkan ke Mama. Kebetulan ukurannya 40, pas dengan ukuran kaki Mama,” ucapnya polos sembari  tersenyum lebar. (dji)

Related Articles

Back to top button