Tingkatkan Literasi dan Edukasi Uang Rupiah, BI Jatim Ajak Masyarakat Dukung Seni Budaya Ludruk.

Surabaya : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Sebagai wujud untuk meningkatkan Literasi dan Edukasi uang Rupiah serta sekaligus mengangkat kembali Kesenian Budaya Lokal. Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPw BI ) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan komunitas Ludruk Irama Sinar Budaya Nusantara menggelar pagelaran Lidruk dengan lakon ” Semanggi Suroboyo ” dalam episode Deloken Disek tersebut tampil di Gedung Balai Budaya, Surabaya. Minggu ( 24/03 / 2019 ).
Seperti yang dituturkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. Pagelaran Seni Budaya Ludruk ini adalah sebagai ajang bersosialisasi Bank Indonesia kepada masyarakat serta untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian tanah air terutama seni Jawa Timur
” Selain sebagai sarana komunikasi kreatif untuk mengkomunikasikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat, juga merupakan wujud komitmen BI untuk mengangkat kembali seni budaya lokal,” katanya
Difi berharap, dengan ajang seni budaya Ludruk ini masyarakat lebih meminati untuk mendukung kembali seni Ludruk, sehingga mampu meningkatkan ekonomi Jawa Timur melalui Pariwisata
” Kami berharap melalui pagelaran ludruk ini, semakin banyak masyarakat yang mencintai dan mendukung ludruk sehingga mampu mendorong perekonomian Jawa Timur melalui sektor pariwisata,” ujar Difi A. Johansyah
Pada kisah ludruk berdurasi 1,5 jam yang menampilkan legenda ludruk Jawa Timur Cak Kartolo ini mengangkat cerita tentang sebuah keluarga dengan sang bapak yang masih menyimpan uang dengan metode zaman dulu, yaitu disimpan di bantal dan bukan di bank. Saat sang bapak membutuhkan uang tersebut untuk biaya pernikahan anaknya, baru diketahui bahwa uang yang telah lama disimpan di bantal tersebut, sebagian telah habis masa edarnya, beberapa di antaranya rusak dan bahkan juga terdapat uang palsu.
Difi menambahkan, melalui pagelaran tersebut. Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip 5 yakni menggunakan uang Rupiah agar jangan sampai Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.
” Selain itu, untuk mengecek keaslian uang Rupiah, masyarakat juga dapat menggunakan metode 3D ( Dilihat-Diraba-Diterawang ), hal ini uang rupiah merupakan wujud kedaulatan Bangsa Indonesia. Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk menjaga kedaulatan Indonesia dengan mencintai dan menjaga Rupiah kita,” tutup Difi. ( Dji )




