SD Mudipat Pucang Surabaya Sabet Juara Umum di Ajang Kompetisi IISRO 2025

SURABAYA : ( KABARAKTUALITA.COM ) – Deru mesin robot mungil dan riuh tepuk tangan memenuhi aula Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.
Di tengah kompetisi sengit International Islamic School Robotic Olympiad (IISRO) 2025 yang berlangsung pada 22 hingga 24 Desember lalu, satu nama kembali menggema sebagai penguasa singgasana: SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya.
Bukan sekadar partisipasi, sekolah yang dikenal sebagai lumbung inovator cilik ini datang dengan misi besar. Hasilnya fantastis. Kontingen Mudipat resmi dinobatkan sebagai Juara Umum setelah menyapu bersih total 105 medali, yang terdiri dari 27 medali emas, 36 perak, dan 42 perunggu.
Membawa rombongan besar sebanyak 60 tim yang terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6, Mudipat membuktikan bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk menguasai teknologi rumit. Mereka bersaing ketat dengan lebih dari 100 peserta dari berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali.
Di antara barisan pemenang, terselip kisah haru dari Almira, siswi kelas 3B. Bagi bocah yang akrab disapa Ea ini, IISRO 2025 adalah panggung debutnya di dunia robotika internasional. Siapa sangka, langkah pertamanya langsung membuahkan hasil tertinggi.
“Ini pertama kalinya saya ikut lomba robotika. Awalnya benar-benar deg-degan, tapi ternyata sangat seru,” ungkap Ea dengan mata berbinar setelah berhasil menyabet Juara 1 pada kategori Robot Can Collector Junior.
Meski sempat didera rasa gugup saat mengoperasikan robot pengumpul kaleng miliknya, ketenangan dan ketelitian Ea menjadi kunci kemenangan.
“Alhamdulillah senang sekali bisa juara. Semoga ke depan bisa konsisten dan berprestasi lagi,” tambahnya sembari tersenyum.
Menjaga Tradisi, Memupuk Karakter
Keberhasilan ini kian memperkokoh reputasi SD Mudipat Surabaya sebagai “sekolah robotika” di tanah air.
Sementara itu, Kepala SD Mudipat, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa dan pembina.
Menurut Edy, kemenangan ini bukan sekadar soal angka di atas kertas atau koleksi trofi di lemari sekolah, melainkan tentang menjaga sebuah tradisi keunggulan yang sudah lama dibangun.
“Selamat untuk anak-anakku di tim Robotika Mudipat atas prestasi yang luar biasa ini. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin,” tandas Edy, Senin 29 Desember 2025.
Namun, Edy juga menitipkan pesan mendalam bagi para jawara ciliknya. Kepala Sekolah asal Nganjuk Jawa Timur itu juga mengingatkan, bahwa kecerdasan intelektual dalam bidang teknologi harus berjalan beriringan dengan kerohanian.
“Jangan cepat puas. Tingkatkan terus prestasi kalian, namun jangan lupa untuk tetap rajin beribadah dan selalu menaruh hormat kepada orang tua. Itulah karakter sejati siswa Mudipat,” pungkas Edy.
Dengan berakhirnya IISRO 2025, tim Robotika Mudipat kembali ke Surabaya tidak hanya membawa pulang tumpukan medali, tetapi juga membawa pulang asa baru: bahwa dari tangan-tangan mungil inilah, masa depan teknologi Indonesia akan dibentuk. (dji)




